Translate

Jumat, 06 Mei 2011

Biografi Galileo Galilei

Biografi Galileo Galilei


Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun) adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah merupakan salah satu tokoh besar di dunia.

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.

Akibat pandangannya yang disebut terakhir itu ia dianggap merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Ia dihukum dengan pengucilan (tahanan rumah) sampai meninggalnya. Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.

Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Ia juga sering disebut-sebut sebagai “bapak astronomi modern”, “bapak fisika modern”, dan “bapak sains”. Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles. Konfliknya dengan Gereja Katolik Roma (Peristiwa Galileo) adalah sebuah contoh awal konflik antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terutama dalam sains) pada masyarakat Barat.

Biografi

Galileo Galilei dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence yang merupakan guru musik dan denda kecapi player dan istrinya bernama Giulia Ammannati. Ia sudah dididik sejak masa kecil. Kemudian, ia belajar di Universitas Pisa namun terhenti karena masalah keuangan. Untungnya, ia ditawari jabatan di sana pada tahun 1589 untuk mengajar matematika. Saat kuliah berlangsung, Galileo aktif bertanya kepada dosen mengenai hal-hal yang tidak dimengertinya. Banyak di antara pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap aneh. Bahkan, kerap kali Galileo memberikan pendapat yang berbeda dengan pendapat dosennya. Salah satunya mengenai bagaimana cara benda bergerak dan jatuh.

Pendapat yang diyakini masyarakat saat itu adalah kecepatan benda yang beratnya berbeda akan berbeda-beda bergantung pada berat benda tersebut. Pendapat ini dikemukakan Aristoteles. Galileo mempunyai pendapat yang berbeda.

Menurut Galileo, setiap benda jatuh mempunyai kecepatan yang sama, walaupun mempunyai berat yang berbeda-beda. Tegasnya, berat benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda.

Galileo memberikan pendapat seperti itu berdasarkan pengalamannya ketika berjalan di tengah hujan salju. Galileo mengamati butir-butir salju yang nampak jatuh berbarengan di permukaan. Galileo menduga bahwa kecepatan jatuh setiap benda sama. Penasaran akan hal tersebut, Galileo kemudian melakukan percobaan menjatuhkan bola dengan berbagai ukuran dari Menara Pisa. Dugaannya benar. Setiap bola mempunyai kecepatan jatuh yang sama.






Menara miring Pisa yang dianggap digunakan oleh Galileo mendemonstrasikan hukum-hukum mengenai jatuhnya sesuatu benda

Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari ilmu pengetahuan modern.

Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman. Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.

Suatu hari, Galileo sedang mengikuti sebuah acara di Katedral Pisa. Ia memperhatikan biarawan yang sedang mengayunkan dupa untuk menebarkan asap yang keluar dari dupa tersebut. Galileo menghitung waktu ayunan dengan menggunakan denyut nadinya. Dia merasakan denyut jantung yang teratur di pergelangan tangannya. Hal yang mengejutkannya, setiap ayunan, besar atau kecil, memiliki jumlah detak yang sama. Kemudian, Galileo melakukan beberapa percobaan mengayunkan pendulum.

Ia memasang beban yang sama pada setiap pendulum dengan panjang tali yang berbeda. Eureka! Galileo menemukan, berat tidak membuat perbedaan terhadap waktu ayunan, tetapi panjang tali dari pendulum yang membuat ayunan pendulum berbeda.

Menggandakan panjang tali pendulum akan membuat ayunan empat kali lebih panjang dan membagi dua panjang tali akan memotong waktu menjadi seperempat. Galileo memberikan ide kepada dokter agar menggunakan pendulum khusus untuk mengukur denyut nadi seorang pasien. Penyakit meningkatkan kecepatan denyut nadi seseorang, sehingga para dokter harus memeriksanya secara rutin.

Alat Galileo disebut sebuah pulsilogium. Alat ini membantu para dokter untuk menghitung denyut nadi seseorang secara tepat. Galileo terus berpikir mengenai penggunaan ayunan pendulum untuk menjaga jam agar berjalan dengan teratur.

Setelah dari Universitas Pisa, ia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi sampai tahun 1610. Pada masa-masa itu, ia sudah mendalami sains dan membuat berbagai penemuan – penemuan ilmiah.

Tidak seperti yang dipercaya sebagian orang, Galileo tidak menciptakan teleskop tapi ia telah menyempurnakan alat tersebut. Ia menjadi orang pertama yang memakainya untuk mengamati langit, dan untuk beberapa waktu, ia adalah satu dari sedikit orang yang bisa membuat teleskop sebagus itu. Awalnya, ia membuat teleskop hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat di Belanda pada 1608. Ia membuat sebuah teleskop dengan perbesaran 3x dan kemudian membuat model-model baru yang bisa mencapai 32x. Pada 25 Agustus 1609, ia mendemonstrasikan teleskop pada pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, hasil kerjanya juga membuahkan hasil lain karena ada pedagang-pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk keperluan pelayaran. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret 1610, berjudul Sidereus Nuncius.

Galileo menemukan tiga satelit alami Jupiter -Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari 1610. Empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede. Ia juga menemukan bahwa bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.

Galileo adalah salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari, diperkirakan Astronomi astronom Tionghoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain itu, Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada di permukaan. Ia kemudian memberi kesimpulan bahwa bulan itu “kasar dan tidak rata, seperti permukaan bumi sendiri”, tidak seperti anggapan Aristoteles yang menyatakan bulan adalah bola sempurna.

Galileo juga mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet. Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang redup.

Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari. Di tahun itu juga, muncul penolakan terhadap teori Nicolaus Copernicus|Copernicus, teori yang didukung oleh Galileo. Pada tahun 1614, dari Santa Maria Novella, Tommaso Caccini mengecam pendapat Galileo tentang pergerakan bumi, memberikan anggapan bahwa teori itu sesat dan berbahaya. Galileo sendiri pergi ke Roma untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun 1616, Kardinal Roberto Bellarmino menyerahkan pemberitahuan yang melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus.

Galileo menulis Saggiatore di tahun 1622, yang kemudian diterbitkan pada 1623. Pada tahun 1624, ia mengembangkan salah satu mikroskop awal. Pada tahun 1630, ia kembali ke Roma untuk membuat izin mencetak buku Dialogo sopra i due massimi sistemi del mondo yang kemudian diterbitkan di Florence pada 1632. Namun, di tahun itu pula, Gereja Katolik menjatuhkan vonis bahwa Galileo harus ditahan di Siena.

Di bulan Desember 1633, ia diperbolehkan pensiun ke vilanya di Arcetri. Buku terakhirnya, Discorsi e dimostrazioni matematiche, intorno à due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada 1638. Di saat itu, Galileo hampir buta total. Pada tanggal 8 Januari 1642 ketika Galileo berusia 77 tahun, Galileo wafat di Arcetri saat ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya yang juga merupakan anaknya. Idenya mengenai jam pendulum belum juga terwujud. Setelah Galileo meninggal, Vicenzo mencoba melanjutkan membuat sebuah model jam, tetapi dia tidak dapat membuat model tersebut berdetak.

IDE Galileo mengenai jam pendulum akhirnya terwujud. Adalah seorang ilmuwan Belanda, Christian Huygens (1629–1695), yang berhasil membuat jam pendulum pertama pada 1656. Jam pendulum yang idenya dicetuskan Galileo, menjaga dunia berjalan tepat waktu selama hampir tiga abad. Pendulum tetap digunakan pada sebagian besar jenis jam sampai penemuan jam elektronik pada tahun 1929.

Diluar konfliknya dengan gereja italia sumbangan besar Galileo terhadap kemajuan ilmu pengetahuan sudah lama dikenal. Arti penting peranannya terletak pada penemuan-penemuan ilmiah seperti hukum kelembaman, penemuan teleskopnya, pengamatan bidang astronominya dan kegeniusannya membuktikan hipotesa Copernicus. Dan yang lebih penting adalah peranannya dalam hal pengembangan metodologi ilmu pengetahuan. Umumnya para filosof alam mendasarkan pendapatnya pada pikiran-pikiran Aristoteles serta membuat penyelidikan secara kualitatif dan fenomena yang terkategori. Sebaliknya, Galileo menetapkan fenomena dan melakukan pengamatan atas dasar kuantitatif. Penekanan yang cermat terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak itu menjadi dasar penyelidikan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.

Galileo mungkin lebih punya tanggung jawab daripada orang mana pun untuk penyelidikan ilmiah dengan sikap empiris. Dialah, dan bukannya yang lain, yang pertama kali menekankan arti penting peragaan percobaan-percobaan, dia menolak pendapat bahwa masalah-masalah ilmiah dapat diputuskan bersama dengan kekuasaan, apakah kekuasaan itu namanya Gereja atau kaidah dalil Aristoteles. Dia juga menolak keras bersandar pada skema-skema yang menggunakan alasan ruwet dan bukannya bersandar pada dasar percobaan yang mantap. Cerdik cendikiawan abad tengah memperbincangkan bertele-tele apa yang harus terjadi dan mengapa sesuatu hal terjadi, tetapi Galileo bersikeras pada arti penting melakukan percobaan untuk memastikan apa sesungguhnya yang terjadi. Pandangan ilmiahnya jelas gamblang tidak berbau mistik, dan dalam hubungan ini dia bahkan lebih modern ketimbang para penerusnya, seperti misalnya Newton.

Galileo, dapat dianggap orang yang taat beragama. Lepas dari hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak menolak baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan pembesar-pembesar gereja untuk menekan usaha penyelidikan ilmu pengetahuannya. Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Gahleo sebagai lambang pemberontak terhadap dogma dan terhadap kekuasaan otoriter yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya yang lebih menonjol lagi adalah peranan yang dimainkannya dalam hal meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.

Thomas Alva Edison: “Memandang Segala Hal dengan Positif”

Thomas Alva Edison: “Memandang Segala Hal dengan Positif”


“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan
. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.

Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
Quote:“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”

Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.

Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.

Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.

Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.

Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.

Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah

Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:

Quote:“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa ya yang disebut dengan kegagalan”

Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:

Quote:“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”

This Amazing!!, Edison memandang sebuah kegagalan sebagai sebuah hal yang sangat positif. Kegagalan bukan kekalahan tapi sebagai sebuah keuntungan. Cara memandang yang positif ini membuat Edison mampu meyakinkan orang lain untuk tetap mendanai proyeknya meskipun gagal berulang – ulang kali. Mungkin prinsip Edison inilah yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari. Bahwa sebenarnya kita tidak pernah mengalami kerugian, dan sesungguhnya kerugian itu bermula dari sikap dan cara pandang kita sendiri yang negatif.

Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.

Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

100 Kalimat Paling berharga di lagu Iwan Fals

100 Kalimat Paling berharga di lagu Iwan Fals

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9gm3xdE-hqE9mFo4V3GBHVLtZvzrkMA8rn1R_d3w0djB6svT7PiiR38jnRB5UiV4UJhsy4BelSMKir_AM8zK0Pc-aX2lwQjNlVyHJxDj0p-CD9BbbJVn35FS2_ePJ_Vp-P77VL7MwjuO8/s1600/fals-president-new-copy1.jpg


1. “Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”.

(Puing – album Sarjana Muda 1981)


2. “Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.


(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)


3. “Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”.


(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)


4. “Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.


(Maaf Cintaku - album Sugali 1984)


5. “Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.


(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)


6. “Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”.


(Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985)


7. “Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”.


(Entah - album Ethiopia 1986)


8. “Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”.


(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986)


9. “Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”.


(Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986)


10. “Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”.


(Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirl4J2fVeMmfFXp6EDYwO5FGZuBcn6onunPasbsGw4wBXADrlueG1hB0W0p4Co2J1NvtvoPIDhRhyphenhyphenkPf2SgAPX1rc16QzZahJbeuOuzxqsucaDcEpy3HhF8hzfjdF3y3PbtuQBbmdxlktq/s400/hib01.jpg

11. “Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”.


(Kota - album Aku Sayang Kamu 1986)


12. “Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”.


(Lancar - album Lancar 1987)


13. “Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”.


(Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987)


14. “Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”.


(Nak - album 1910 1988)


15. “Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”.


(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988)


16. “Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”.


(Ibu - album 1910 1988)


17. “Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”.


(Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988)


18. “Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”.


(Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988)


19. “Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”.


(Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989)


20. “Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”.


(Nona - album Mata Dewa 1989)


--------------------------------------------------------


21. “Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”.


(Oh Ya! - album Swami 1989)


22. “Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”.


(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989)


23. “Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”.


(Condet - album Swami 1989)


24. “Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”.


(Bongkar - album Swami 1989)


25. “Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”.


(Bongkar - album Swami 1989)


26. “Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”.


(Bongkar - album Swami 1989)


27. “Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”.


(Rajawali - album Kantata Takwa 1990)


28. “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”.


(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)


29. “Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”.


(Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990)


30. “Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”.


(Nocturno - album Kantata Takwa 1990)


--------------------------------------------------------


31. “Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”.


(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)


32. “Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”.


(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)


33. “Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”.


(Gelisah - album Kantata Takwa 1990)


34. “Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”.


(Air Mata - album Kantata Takwa 1990)


35. “Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”.


(Untuk Bram - album Cikal 1991)


36. “Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”.


(Pulang Kerja - album Cikal 1991)


37. “Dimana kehidupan disitulah jawaban”.


(Alam Malam - album Cikal 1991)


38. “Ada dan tak ada nyatanya ada”.


(Ada - album Cikal 1991)


39. “Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”.


(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)


40. “Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”.


(Hio - album Swami Il 1991)


--------------------------------------------------------


41. “Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”.


(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992)


42. “Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”.


(Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992)


43. “Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”.


(Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992)


44. “Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”.


(Lagu Satu - album Hijau 1992)


45. “Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan”.


(Lagu Dua - album Hijau 1992)


46. “Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku”.


(Lagu Tiga - album Hijau 1992)


47. “Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?”


(Lagu Empat- album Hijau 1992)


48. “Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”.


(Lagu Empat- album Hijau 1992)


49. “Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu”.


(Lagu Lima - album Hijau 1992)


50. “Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu”.


(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)
51. “Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”.

(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993)


52. “Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”.


(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)


53. “Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?”


(Terminal – single 1994)


54. “Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi”.


(Satu Satu – album Orang Gila 1994)


55. “Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”.


(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)


56. “Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”.


(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)


57. “Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”.


(Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994)


58. “Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”.


(Awang Awang – album Orang Gila 1994)


59. “Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”.


(Awang Awang – album Orang Gila 1994)


60. “Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”.


(Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994)


--------------------------------------------------------


61. “Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”.


(Oh – single 1995)


62. “Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”.


(Mata Hati – album Mata Hati 1995)


63. “Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”.


(Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996)


64. “Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”.


(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)


65. “Berani konsekuen pertanda jantan”.


(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)


66. “Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.


(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)


67. “Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”.


(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)


68. “Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.


(Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002)


69. “Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”.


(Dendam Damai - album Suara Hati 2002)


70. “Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”.


(Doa - album Suara Hati 2002)

100 Kalimat Mahal Dalam Lirik Lagu Iwan Fals

71. “Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”.


(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)


72. “Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”.


(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)


73. “Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”.


(Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004)


74. “Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”.


(Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004)


75. “Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”.


(Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004)


76. “Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”.


(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)


77. “Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”.


(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)


78. “Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”.


(Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004)


79. “Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”.


(Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004)


80. “Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”.


(Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004)


--------------------------------------------------------


81. “Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”.


(Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004)


82. “Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”.


(Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004)


83. “Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia”.


(17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004)


84. “Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”.


(Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006)


85. “Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang”.


(Haruskah Pergi – 2006)


86. “Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”.


(Selancar – 2006)


87. “Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”.


(Rubah – album 50:50 2007)


88. “Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”.


(Pulanglah – album 50:50 2007)


89. “Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”.


(KaSaCiMa – album 50:50 2007)


90. “Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”.


(Ikan-Ikan – album 50:50 2007)


--------------------------------------------------------


91. “Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”.


(Cemburu – album 50:50 2007)


92. “Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”.


(Kemarau – uncassette)


93. “Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”.


(Joned – uncassette)


94. “Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”.


(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)


95. “Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”.


(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)


96. “Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”.


(Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)


97. “Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”.


(Nyatakan Saja – uncassette)


98. “Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”.


(Merdeka – uncassette)


99. “Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”.


(Luka Lama – uncassette)


100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”.

(Selamat Tinggal Ramadhan – uncassette)





Source :http://buzz.yahoo.com/article/1:902285535f9dd25dc496ed95bdba667b:a2f61ae64c71e8567787124272846e3a/100-Kalimat-Mahal-Dalam-Lirik-Lagu-Iwan-Fals