Translate
Tampilkan postingan dengan label PERNAK - PERNIK PREPARE TO WEDDING DAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERNAK - PERNIK PREPARE TO WEDDING DAY. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Februari 2011
Kamis, 30 Desember 2010
info catering & wedding Organizer
CIS Catering Ibu Supardi
SELAMAT DATANG Di Layanan Informasi CIS Catering Ibu Supandi .................
Untuk Pemesanan Hubungi : No Telp 0274-383229, 7418829, 7001425,
08164228957.
Kami siap melayani yang anda perlukan dalam profesi kami.
Alamat : Jl. Purbayan KG III RT 55/XIII
Kotagede Yogyakarta 55173
http://cateringibusupardi.com/wedding organizer
Selasa, 23 November 2010
PERSIAPAN PRA NIKAH
Artikel ini diambil dari sebuah Kajian Muslimah via YM beberapa waktu yang lalu, tp baru sekarang ada kesempatan buat posting. Semoga bermanfaat bagi yang mau menikah yah...
Menikah? Siapa Takut
Wulan sedang bingung. Pasalnya pernikahannya hanya tinggal satu pekan lagi. Seluruh persiapan sudah dilakukan, dari mulai mengurus surat nikah, sampai pernak-pernik pesta perkawinan. Tapi ada yang mengganjal dalam pikiran Wulan. Ada rasa khawatir yang tidak ia ketahui sumbernya. Berbagai masukan dari keluarga tentang tata cara dan perlengkapan pesta perkawinan, yang berbeda dari keinginannya juga sering membuat tensi Wulan naik. Belum lagi, pengetahuannya tentang dunia perkawinan masih sangat terbatas sekali, membuatnya semakin nervous menghadapi pernikahan.
Lain lagi dengan Narti. Setelah sekian lama melajang, akhirnya datanglah sang pangeran untuk melamarnya. Sebenarnya Narti sudah membaca banyak buku tentang perkawinan. Ia juga memiliki banyak teman yang sudah menikah dan memiliki anak juga yang membuat ia faham tentang dunia pernikahan dan pernak-perniknya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya khawatir, sanggupkah ia menjadi isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya. Apakah ia mampu berbagi segala hal dengan suaminya kelak, sedangkan saat ini ia sudah terbiasa mandiri. Mengurus semuanya sendiri. Tiba-tiba ia jadi takut menghadapi pernikahan yang sudah semakin dekat.More...
Banyak orang yang bingung ketika menghadapi pernikahan. Ada yang sibuk mempersiapkan pernak-pernik pernikahan dan pesta pernikahan, tetapi lupa mempersiapkan ilmu, mental dan spiritual dalam menjalaninya. Meskipun setiap orang tahu bahwa pernikahan adalah ibadah, menggenapkan setengah agama, tetapi karena kesibukan persiapan perlengkapan nikah dan pestanya sering membuat nuansa ibadah dalam pernikahan tersebut terlupakan.
Ada beberapa persiapan yang perlu dihadapi menjelang pernikahan, yaitu persiapan ilmu tentang pernikahan, persiapan mental/psikologis dalam menghadapi pernikahan, persiapan ruhiyyah menjelang pernikahan serta persiapan fisik sebelum menikah.
1. Persiapan Ilmu tentang pernikahan
Hal yang perlu dipersiapkan adalah memperjelas visi pernikahan. Untuk apa kita menikah. Visi yang jelas dan juga sama antara calon suami dan isteri insya Allah akan melanggengkan pernikahan.
Banyak orang yang menikah hanya karena cinta, atau mengikuti tradisi masyarakat. Bisa juga karena malu karena sudah cukup umur tetapi masih belum juga menuju pelaminan. Alasan-alasan seperti ini tidak memiliki akar yang jelas. Bisa juga menjadi sangat rapuh ketika memasuki bahtera rumah tangga, dan akhirnya hancur ketika badai rumah tangga datang menerjang.
Sebagai muslim yang memiliki rujukan hidup yang jelas, tentu kita tahu bahwa menikah itu karena ibadah. Visi pernikahan dalam Islam adalah menimba banyak pahala melalui aktivitas berumah tangga. Menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka, dan akhirnya berusaha meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bila seseorang memiki visi seperti ini insya Allah hari-hari yang dilaluinya setelah menikah akan berusaha dihadapi sesuai dengan hukum-hukum Islam.
Ilmu yang lain yang harus diketahui adalah tentang hukum-hukum pernikahan. Seperti tentang rukun nikah, yaitu mempelai pria dan wanita, dua orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab kabul. Bila sudah terpenuhi semuanya, insya Allah pernikahan menjadi sah secara agama.
Lalu kewajiban memberi mahar sesuai yang diminta oleh pihak wanita. Lalu masalah walimatul ursy (pesta pernikahan). Tradisi-tradisi daerah bukanlah hal yang wajib untuk dilakukan. Bahkan sebisa mungkin dihindari tradisi yang bertentangan dengan aqidah Islam. Lalu juga mempermudah semua proses pernikahan adalah lebih utama. Juga menyederhanakan pesta pernikahan, tidak bermewah-mewah lebih baik dalam pandangan Islam.
2. Persiapan mental/psikologis menghadapi pernikahan.
Pernikahan adalah kehidupan baru yang sangat jauh berbeda dari masa-masa sebelumnya. Dalam pernikahan berkumpul dua pribadi yang berbeda yang berasal dari keluarga yang memiliki kebiasaan yang berbeda. Didalamnya terbuka semua sifat-sifat asli masing-masing. Mempersiapkan diri untuk berlapang dada menghadapi segala kekurangan pasangan adalah hal yang mutlak diperlukan. Begitu juga cara-cara mengkomunikasikan pikiran dan perasan kita dengan baik kepada pasangan juga perlu diperhatikan, agar emosi negatif tidak mewarnai rumah tangga kita.
Di dalam pernikahan juga diperlukan rasa tanggung jawab untuk untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Sehingga setiap anggota keluarga tidak hanya menuntut hak-haknya saja, tetapi berusaha untuk lebih dulu memenuhi kewajibannya.
Pernikahan merupakan perwujudan dari tim kehidupan kita untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu kerja sama, saling mendukung dalam segala hal sangat diperlukan. Termasuk dalam pendidikan anak. Pernikahan juga merupakan sarana untuk terus menerus belajar tentang kehidupan. Ketika memasuki dunia perkawinan seseorang belajar untuk menjadi bagian dari tim kehidupan. Ketika memiliki anak seseorang belajar untuk mendidik anak dengan cara yang baik. Tidak jarang juga orang tua perlu memaksa diri untuk merubah kebiasaan-kebiasaan buruknya agar tidak ditiru oleh anak. Ketika anak-anak menjelang dewasa orang tua belajar untuk menjadikan anak-anaknya sebagai teman, sebagai bagian dari tim kehidupan yang aktif menggerakkan roda kehidupan, dan seterusnya.
3. Persiapan Ruhiyyah/ spiritual.
Menikah itu ibadah, oleh karena itu seluruh proses yang dilalui dalam pernikahan itu harus dengan nuansa ibadah. Proses sebelum menikah sampai pernikahan itu sendiri juga setelah menikah tidak boleh jauh dari nuansa penghambaan diri kepada Allah. Sebelum menikah peningkatan kualitas diri dan kualitas ibadah mutlak diperlukan. Berdoa kepada Allah untuk mendapatkan suami yang sholih dan anak-anak yang akan menjadi penyejuk mata.
Bergaul dengan orang-orang yang sholih yang dapat menjaga dien kita juga perlu dilakukan. Membaca buku-buku tentang keutamaan pernikahan juga perlu dilakukan untuk menguatkan niat kita dalam menikah.
Ketika pinangan datang, ibadah semakin dikencangkan. Terus memohon kepada Allah untuk mendapatkan yang terbaik sebagai pasangan kita. Saat ini, perlu juga kita membersihkan hati agar niat ibadah dalam pernikahan ini tidak menyimpang. Juga menjaga kesucian hubungan kita dengan calon suami sampai datangnya waktu pernikahan sangat diperlukan, agar tidak terjatuh dalam godaan setan.
Masa-masa antara meminang dan pernikahan ini sebaiknya dipersingkat agar kebersihan niat dan hubungan kedua insan bisa terjaga.
4. Persiapan Fisik
Yang terakhir yang tidak kalah penting dalah mempersiapkan tubuh kita untuk memasuki dunia pernikahan. Mengetahui alat-alat reproduksi wanita dan cara kerjanya sangat penting bagi kita.
Memeriksa kesehatan alat-alat reproduksi juga penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah.
Selain itu juga kita harus mengetahui tentang seks yang sehat. Banyak ornag yang sudah menikah tapi tidak tahu bagaimana berhubungan seks dengan sehat dan menyenangkan bagi masing-masing pasangan.
Hal ini penting karena merupakan bagian dari kunci kebahagiaan dalam berumah tangga.
@from Kajian Muslimah
Menikah? Siapa Takut
Wulan sedang bingung. Pasalnya pernikahannya hanya tinggal satu pekan lagi. Seluruh persiapan sudah dilakukan, dari mulai mengurus surat nikah, sampai pernak-pernik pesta perkawinan. Tapi ada yang mengganjal dalam pikiran Wulan. Ada rasa khawatir yang tidak ia ketahui sumbernya. Berbagai masukan dari keluarga tentang tata cara dan perlengkapan pesta perkawinan, yang berbeda dari keinginannya juga sering membuat tensi Wulan naik. Belum lagi, pengetahuannya tentang dunia perkawinan masih sangat terbatas sekali, membuatnya semakin nervous menghadapi pernikahan.
Lain lagi dengan Narti. Setelah sekian lama melajang, akhirnya datanglah sang pangeran untuk melamarnya. Sebenarnya Narti sudah membaca banyak buku tentang perkawinan. Ia juga memiliki banyak teman yang sudah menikah dan memiliki anak juga yang membuat ia faham tentang dunia pernikahan dan pernak-perniknya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya khawatir, sanggupkah ia menjadi isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya. Apakah ia mampu berbagi segala hal dengan suaminya kelak, sedangkan saat ini ia sudah terbiasa mandiri. Mengurus semuanya sendiri. Tiba-tiba ia jadi takut menghadapi pernikahan yang sudah semakin dekat.More...
Banyak orang yang bingung ketika menghadapi pernikahan. Ada yang sibuk mempersiapkan pernak-pernik pernikahan dan pesta pernikahan, tetapi lupa mempersiapkan ilmu, mental dan spiritual dalam menjalaninya. Meskipun setiap orang tahu bahwa pernikahan adalah ibadah, menggenapkan setengah agama, tetapi karena kesibukan persiapan perlengkapan nikah dan pestanya sering membuat nuansa ibadah dalam pernikahan tersebut terlupakan.
Ada beberapa persiapan yang perlu dihadapi menjelang pernikahan, yaitu persiapan ilmu tentang pernikahan, persiapan mental/psikologis dalam menghadapi pernikahan, persiapan ruhiyyah menjelang pernikahan serta persiapan fisik sebelum menikah.
1. Persiapan Ilmu tentang pernikahan
Hal yang perlu dipersiapkan adalah memperjelas visi pernikahan. Untuk apa kita menikah. Visi yang jelas dan juga sama antara calon suami dan isteri insya Allah akan melanggengkan pernikahan.
Banyak orang yang menikah hanya karena cinta, atau mengikuti tradisi masyarakat. Bisa juga karena malu karena sudah cukup umur tetapi masih belum juga menuju pelaminan. Alasan-alasan seperti ini tidak memiliki akar yang jelas. Bisa juga menjadi sangat rapuh ketika memasuki bahtera rumah tangga, dan akhirnya hancur ketika badai rumah tangga datang menerjang.
Sebagai muslim yang memiliki rujukan hidup yang jelas, tentu kita tahu bahwa menikah itu karena ibadah. Visi pernikahan dalam Islam adalah menimba banyak pahala melalui aktivitas berumah tangga. Menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka, dan akhirnya berusaha meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bila seseorang memiki visi seperti ini insya Allah hari-hari yang dilaluinya setelah menikah akan berusaha dihadapi sesuai dengan hukum-hukum Islam.
Ilmu yang lain yang harus diketahui adalah tentang hukum-hukum pernikahan. Seperti tentang rukun nikah, yaitu mempelai pria dan wanita, dua orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab kabul. Bila sudah terpenuhi semuanya, insya Allah pernikahan menjadi sah secara agama.
Lalu kewajiban memberi mahar sesuai yang diminta oleh pihak wanita. Lalu masalah walimatul ursy (pesta pernikahan). Tradisi-tradisi daerah bukanlah hal yang wajib untuk dilakukan. Bahkan sebisa mungkin dihindari tradisi yang bertentangan dengan aqidah Islam. Lalu juga mempermudah semua proses pernikahan adalah lebih utama. Juga menyederhanakan pesta pernikahan, tidak bermewah-mewah lebih baik dalam pandangan Islam.
2. Persiapan mental/psikologis menghadapi pernikahan.
Pernikahan adalah kehidupan baru yang sangat jauh berbeda dari masa-masa sebelumnya. Dalam pernikahan berkumpul dua pribadi yang berbeda yang berasal dari keluarga yang memiliki kebiasaan yang berbeda. Didalamnya terbuka semua sifat-sifat asli masing-masing. Mempersiapkan diri untuk berlapang dada menghadapi segala kekurangan pasangan adalah hal yang mutlak diperlukan. Begitu juga cara-cara mengkomunikasikan pikiran dan perasan kita dengan baik kepada pasangan juga perlu diperhatikan, agar emosi negatif tidak mewarnai rumah tangga kita.
Di dalam pernikahan juga diperlukan rasa tanggung jawab untuk untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Sehingga setiap anggota keluarga tidak hanya menuntut hak-haknya saja, tetapi berusaha untuk lebih dulu memenuhi kewajibannya.
Pernikahan merupakan perwujudan dari tim kehidupan kita untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu kerja sama, saling mendukung dalam segala hal sangat diperlukan. Termasuk dalam pendidikan anak. Pernikahan juga merupakan sarana untuk terus menerus belajar tentang kehidupan. Ketika memasuki dunia perkawinan seseorang belajar untuk menjadi bagian dari tim kehidupan. Ketika memiliki anak seseorang belajar untuk mendidik anak dengan cara yang baik. Tidak jarang juga orang tua perlu memaksa diri untuk merubah kebiasaan-kebiasaan buruknya agar tidak ditiru oleh anak. Ketika anak-anak menjelang dewasa orang tua belajar untuk menjadikan anak-anaknya sebagai teman, sebagai bagian dari tim kehidupan yang aktif menggerakkan roda kehidupan, dan seterusnya.
3. Persiapan Ruhiyyah/ spiritual.
Menikah itu ibadah, oleh karena itu seluruh proses yang dilalui dalam pernikahan itu harus dengan nuansa ibadah. Proses sebelum menikah sampai pernikahan itu sendiri juga setelah menikah tidak boleh jauh dari nuansa penghambaan diri kepada Allah. Sebelum menikah peningkatan kualitas diri dan kualitas ibadah mutlak diperlukan. Berdoa kepada Allah untuk mendapatkan suami yang sholih dan anak-anak yang akan menjadi penyejuk mata.
Bergaul dengan orang-orang yang sholih yang dapat menjaga dien kita juga perlu dilakukan. Membaca buku-buku tentang keutamaan pernikahan juga perlu dilakukan untuk menguatkan niat kita dalam menikah.
Ketika pinangan datang, ibadah semakin dikencangkan. Terus memohon kepada Allah untuk mendapatkan yang terbaik sebagai pasangan kita. Saat ini, perlu juga kita membersihkan hati agar niat ibadah dalam pernikahan ini tidak menyimpang. Juga menjaga kesucian hubungan kita dengan calon suami sampai datangnya waktu pernikahan sangat diperlukan, agar tidak terjatuh dalam godaan setan.
Masa-masa antara meminang dan pernikahan ini sebaiknya dipersingkat agar kebersihan niat dan hubungan kedua insan bisa terjaga.
4. Persiapan Fisik
Yang terakhir yang tidak kalah penting dalah mempersiapkan tubuh kita untuk memasuki dunia pernikahan. Mengetahui alat-alat reproduksi wanita dan cara kerjanya sangat penting bagi kita.
Memeriksa kesehatan alat-alat reproduksi juga penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah.
Selain itu juga kita harus mengetahui tentang seks yang sehat. Banyak ornag yang sudah menikah tapi tidak tahu bagaimana berhubungan seks dengan sehat dan menyenangkan bagi masing-masing pasangan.
Hal ini penting karena merupakan bagian dari kunci kebahagiaan dalam berumah tangga.
@from Kajian Muslimah
Senin, 22 November 2010
Latihan Saat Baca Ijab Qobul
Bacaan Ijab Kabul Wali CPW
Bismillahirrahmanirrohim,
Astaghfirullahalazim (3) wa a’tubu ilaih
Asyhaduallaa ilaaha ilallah, wa’ashaduanna Muhammadarosulullah,
ANANDA (SAPTA BUDIONO) BIN (SOEWADJI MARTHASANJAYA), SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN KAMU, DENGAN ANAK KANDUNG SAYA, (PURWANINGSIH) BINTI (KARIYOREDJO) DENGAN MAS KAWIN (UANG SEBESAR DUARATUSDELAPANPULUHSATURIBU SERATUS SEPULUHRUPIAH ) DI BAYAR TUNAI
Bacaan Ijab Kabul CPP
SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA (PURWANINGSIH) BINTI (KARYO REDJO) DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT TUNAI
DO’A SETELAH IJAB QOBUL :
Allahumma bariklahumaa wa ijma’ baynahumaa fi khayrin
(Ya Allah, berkati mereka dan persatukan mereka dalam kebaikan).
Beberapa ide lagu untuk pernikahan anda:
Beberapa ide lagu untuk pernikahan anda:
ROMANTIC
1. “A Dream Is A Wish Your Heart Makes” (from Disney’s Cinderella)
2. “At The Beginning” (Richard Marx & Donna Lewis)
3. “Beautiful in My Eyes” (Joshua Kadison)
4. “Beautiful” (Gordon Lightfoot)
5. “Crazy for You” (Madonna)
6. “Dreaming of You” (Selena)
7. “Eternal Flame” (The Bangles)
8. “Every Breath You Take” (The Police)
9. “Everything I Do” (Bryan Adams)
10. “Falling Into You” (Celine Dion)
11. “Friends” (Elton John)
12. “Heaven” (Bryn Adams)
13. “Here We Are” (Gloria Estefan)
14. “Hero” (Mariah Carey)
15. “Hold Me” (Whitney Houston & Teddy Pendergrass)
16. “I Swear” (John Michael Montgomerya)
17. “If I Never Knew You” (Shanice Wilson & John Secada)
18. “If” (Bread)
19. “Just The Way You Are” (Billy Joel)
20. “Kiss From A Rose” (Seal)
21. “Let It Be Me” (Everly Brothers)
22. “Love Me Tomorrow” (Chicago)
23. “More Than Can Say” (Alias)
24. “Nothing Gonna Change My Love” (Glenn Medeiros)
25. “Now and Forever” (Richard Marx)
26. “Oh, How The Years Go By” (Vanessa Williams)
27. “On The Wings Of Love” (Jeffery Osborne)
28. “So In Love With You” (UNV)
29. “So In Love” (k.d. Lang)
30. “Songbird” (Fleetwood Mac)
31. “Take My Breath A Way” (Berlin)
32. “The One” (Elton John)
33. “Truly, Madly, Deeply” (Savage Garden)
34. “When You Believe” (Whitney Houston & Mariah Carey)
35. “You Are The Sunshine Of My Life” (Stevie Wonder)
36. “You’re Still The One” (Shania Twain)
CLASSIC
Lagu klasik adalah lagu yang bisa dikatakan untuk sepanjang masa. Biasanya lagu klasik ini digunakan untuk pembukaan atau acara prosesi orang tua dan pengantin.
1. “A Whole New World” Peabo Bryson & Regina Belle)
2. “As Time Goes By” (from Casablanca)
3. “At Last” (Etta James)
4. “Because You Loved Me” (Celine Dion)
5. “Can You Feel The Love Tonight” (Elton John)
6. “Can’t Help Falling In Love” (Elvis Presley)
7. “Chances Are” (Johnny Mathis)
8. “Close To You” (the Carpenters)
9. “Could I Have This Dance?” (Anne Murray)
10. “Endless Love” (Diana Ross & Lionel Richie)
11. “From This Moment” (Shania Twain & Brian Adams)
12. “I Finally Found Someone” (Barbara Streisand & Bryn Adams)
13. “I Will” (The Beatles)
14. “It Had To Be You” (Harry Connick, Jr.)
15. “Love Theme To Romeo & Juliet” (from Zeffirelli’s Romeo and Juliet)
16. “One Moment In Time” (Whitney Huston)
17. “The Best Is Yet To Come” (Frank Sinatra)
18. “Tonight I Celebrate My Love For You” (Roberta Flack & Peabo Bryson)
19. “Unforgettable” (Nat King Cole)
20. “Wedding Song (There Is Love)” (Captain & Tennille)
21. “Wedding Song (There Is Love)” (Petula Clark)
22. “When I Fall In Love” (Nat King Cole)
23. “Wonderful World” (Louis Armstrong)
24. “You Are So Beautiful” (Joe Cocker)
LIst: Wedding Song
Setelah tanya sini sana, minta sini sana, terkumpulah cukup banyak lagu.. sangat banyak malah!!.. akhirnya aku jadi super kebingungan.. kuping sampe pegel bener mencoba menghayati setiap lagu & memastikan bahwa 'soul'-nya lagu tersebut betul2 untuk 'True Love' halah... ribet banget yak?!...
well.. aku tetep harus memutuskan, karena engga mungkin dinyanyiin semua.. Secara waktunya jgua less then 1 hour.. berikut ini lagu yang aku & cami-ku yakini mejadi lagu 'wajib' kami di mooment yang paling bersejarah dalam hidup kami.. cieee... =D
1. Finally I Found You – Bryan Adam & Barbara Streisand ( Our memories song. Hehehe...)
2. Mencintaimu - Krisdayanti
3. I Will Always Love You - Whitney Houston
4. LOVE - Michael Buble
5. In Love with You - Jacky Cheung & Regine
6. If We Hold on Together - Diana Ross
7. Thanks God I Found You - Boyz two men & Mariah Carey
8. CINTA - Vina Panduwinata
9.From This Moment - Shania Twain & Bryan Adams
10. The Greatest Love of All - Whitney Houston
11. Janji Suci – Yovie & The Nuno
12. Endless Love - Diana Ross & Lionel Richie
13. When You Tell me That You Love Me - Diana Ross & Westlife
14. Tonight I Celebrate My Love for You - Roberta Black & Peabo Bryson
15. One Moment in Time - Whitney Houston
16. Aku Makin Cinta - Vina Panduwinata
17. The Power of Love - Celine Dion
18. Can't Smile Without You - Barry marillow
19. Kau yang kusayang - Denny Rolies
20. Heaven - Bryan Adams
21. Kaulah Segalanya - Ruth Sahanaya
22. Without You - Whitney Houston
23. When I Fall in Love - Natking Cole & Natalie Cole
24. Can't Help Falling in Love - Julio IglesiasOne Sweet Day - Mariah Carey & Boyz 2 men
well.. aku tetep harus memutuskan, karena engga mungkin dinyanyiin semua.. Secara waktunya jgua less then 1 hour.. berikut ini lagu yang aku & cami-ku yakini mejadi lagu 'wajib' kami di mooment yang paling bersejarah dalam hidup kami.. cieee... =D
1. Finally I Found You – Bryan Adam & Barbara Streisand ( Our memories song. Hehehe...)
2. Mencintaimu - Krisdayanti
3. I Will Always Love You - Whitney Houston
4. LOVE - Michael Buble
5. In Love with You - Jacky Cheung & Regine
6. If We Hold on Together - Diana Ross
7. Thanks God I Found You - Boyz two men & Mariah Carey
8. CINTA - Vina Panduwinata
9.From This Moment - Shania Twain & Bryan Adams
10. The Greatest Love of All - Whitney Houston
11. Janji Suci – Yovie & The Nuno
12. Endless Love - Diana Ross & Lionel Richie
13. When You Tell me That You Love Me - Diana Ross & Westlife
14. Tonight I Celebrate My Love for You - Roberta Black & Peabo Bryson
15. One Moment in Time - Whitney Houston
16. Aku Makin Cinta - Vina Panduwinata
17. The Power of Love - Celine Dion
18. Can't Smile Without You - Barry marillow
19. Kau yang kusayang - Denny Rolies
20. Heaven - Bryan Adams
21. Kaulah Segalanya - Ruth Sahanaya
22. Without You - Whitney Houston
23. When I Fall in Love - Natking Cole & Natalie Cole
24. Can't Help Falling in Love - Julio IglesiasOne Sweet Day - Mariah Carey & Boyz 2 men
Beberapa lagu yang menurutku cukup cocok untuk dijadiin wedding song juga.. sayang juga kan udah aq list tapi engga ter-share..
1. All My Love - KCI & Jojo
2. You are Beautiful - James Blunt
3. Unbelieveble - Crag David
4. Througt The Years - Kenny Roger
5. Everything I Have - Clay Aiken
6. It Might Be You - Stephen Bishop
7. Here There And Everywhere - The Beatles
8. I am Your Angel - Celine Dion
9. At The Beginning - Richard Mark & Donna Lewis
10. Save The Best For Last - Venessa William
11. Right Here Waiting - Richard Mark
12. Tercipta Untukku - Rosa & Peterpan
13. Untukku - Alm. Chrisye
14. Cintaku - Alm. Chrisye
15. I Wan't to spend my life - Tina Arena
16. Eternal Flame - The Bunglos
17. A Whole a new world - Bible Brison & Vigina Bele
18. Somewhere Out There - James Ingram
19. We could be in love - Lea Salonga
20. Looking of the years of love - Melissa Manchester
21. Nothing Gonna Change My Love For You - George Benson
22. I Miss You So Much - TLC
23. Because of You - Keith Martin
24. For The First Time - Kenny Logins
25. The Way You Look at me a- Christian Bautista
26. Belahan Jiwa - TOMPI
27. You are the love of my life - George Benson
28. Can’t take my eyes of you - Unknown
1. All My Love - KCI & Jojo
2. You are Beautiful - James Blunt
3. Unbelieveble - Crag David
4. Througt The Years - Kenny Roger
5. Everything I Have - Clay Aiken
6. It Might Be You - Stephen Bishop
7. Here There And Everywhere - The Beatles
8. I am Your Angel - Celine Dion
9. At The Beginning - Richard Mark & Donna Lewis
10. Save The Best For Last - Venessa William
11. Right Here Waiting - Richard Mark
12. Tercipta Untukku - Rosa & Peterpan
13. Untukku - Alm. Chrisye
14. Cintaku - Alm. Chrisye
15. I Wan't to spend my life - Tina Arena
16. Eternal Flame - The Bunglos
17. A Whole a new world - Bible Brison & Vigina Bele
18. Somewhere Out There - James Ingram
19. We could be in love - Lea Salonga
20. Looking of the years of love - Melissa Manchester
21. Nothing Gonna Change My Love For You - George Benson
22. I Miss You So Much - TLC
23. Because of You - Keith Martin
24. For The First Time - Kenny Logins
25. The Way You Look at me a- Christian Bautista
26. Belahan Jiwa - TOMPI
27. You are the love of my life - George Benson
28. Can’t take my eyes of you - Unknown
MAHAR DAN PERJANJIAN PERKAWINAN
MAHAR DAN PERJANJIAN PERKAWINAN
A. Mahar
1. Mahar (mas kawin) adalah pemberian (wajib) dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik berbentuk barang, uang dan jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.
2. Macam Mahar :
a) Mahar musamma adalah mahar yang bentuk dan jumlahnya ditetapkan dalam sighal akad nikah. Mahar ini bisa dibayarkan secara tunai atau ditangguhkan dengan persetujuan kedua belah pihak.
b) Mahar mitsil ialah mahar yang jumlahnya ditetapkan menurut jumlah yang diterima keluarga pihak isteri, karena pada waktu akad nikah jumlah dan bentuk mahar belum ditetapkan.
3. Pembayaran mahar
a) Calon mempelai pria wajib membayar mahar kepada calon mempelai wanita yang jumlah, bentuk dan jenisnya disepakati oleh kedua belah pihak.
b) Penentuan mahar berdasarkan asas kesederhanaan dan kemudahan yang dianjurkan oleh ajaran Islam.
c) Mahar diberikan langsung kepada calon mempelai wanita dan sejak itu menjadi hak pribadinya
d) Mahar dapat diserahkan secara tunai dan ditangguhkan dan jika mempelai wanita menyetujuinya, maka menjadi utang calon mempelai pria
e) Suami yang mentalak isterinya qobla al dukhul dalam keadaan mahar masih terulang, maka ia wajib membayar setengah mahar yang telah ditentukan dalam akad nikah. Demikian juga jika suami meninggal dunia qobla al dukhul maka seluruh mahar yang telah ditetapkan menjadi hak penuh isteri. Dalam hal terjadi perceraian dengan qobla al dukhul tetapi besarnya mahar belum ditetapkan, maka suami wajib membayar mahar mitsil.
4. Sengketa mahar
a) Jika mahar hilang sebelum diserahkan, maka dapat diganti dengan uang atau barang lain yang senilai.
b) Jika mahar cacat tetapi mempelai wanita mau menerimanya, maka mahar dianggap telah lunas. Akan tetapi, jika ia menolak, maka mempelai pria wajib menggantinya dengan mahar lain yang tidak cacat. Selama penggantinya belum diserahkan, mahar dianggap belum lunas.
c) Penyelesaian perselisihan tentang mahar baik mengenai jenis maupun nilainya dapat diajukan ke pengadilan agama.
5. Catatan: Mahar dalam KHI tidak termasuk rukun perkawinan. Kelalaian penyebutan jenis dan jumlah mahar pada waktu akad nikah tidak menyebabkan batalnya perkawinan.
B. Perjanjian Perkawinan
Dalam KHI ditentukan bahwa apabila dikehendaki, kedua calon mempelai dapat mengadakan perjanjian perkawinan dalam dua bentuk yaitu Taklik talak dan Perjanjian lain.
1. Taklik talak
Ialah perjanjian yang diucapkan oleh mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nik�h berupa janji talak yang digantungkan kepada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Isi taklik talak tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam. Taklik talak tidak wajib ada, namun sekali diadakan tidak dapat dicabut kembali. Apabila keadaan yang disyaratkan dalam taklik talak betul-betul terjadi di kemudian hari, tidak dengan sendirinya talak jatuh. Tetapi isteri harus mengajukan persoalannya ke Pengadilan Agama.
2. Perjanjian lain
a) Pengertian
Adalah suatu perjanjian tertulis yang dibuat oleh kedua calon mempelai pada saat atau sebelum perkawinan dilangsungkan dan disahkan oleh PPN yang berisi tentang kedudukan harta dalam perkawinan.
b) Isi perjanjian meliputi: percampuran harta pribadi dan pemisaban harta pencaharian masing-masing; penetapan kewenangan masing-masing untuk mengadakan ikatan hipotik atas harta pribadi dan harta bersama (harta syarikal).
� Perjanjian percampuran harta pribadi dapat meliputi semua harta baik yang dibawa masing-masing dalam perkawinan maupun yang diperoleh masing masing selama perkawinan, dan hanya terbatas pada harta pribadi yang dibawa pada saat perkawinan berlangsung.
� Dibuatnya perjanjian perkawinan mengenai pemisahan harta bersama tidak menghilangkan kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Penataran Pra Nikah
Intinya sih penataran tadi kita berdua diingatkan lagi perihal tugas suami, tugas istri dan tips tips menjelang pernikahan. Kata pak penghulu tugas suami itu antara lain :
- Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
- Membimbing dan mendidik istri dan anak-anak agar taat dan patuh kepada Allah SWT
- Menafkahi lahir batin
Kesannya simpel ya tapi beuuh makna dan prakteknya berat bo. Sedangkan tugas istri juga tak kalah berat :
- Menjaga kehormatan suami
- Menjaga kehormatan diri sendiri
- Menjaga kehormatan rumah tangga kita
Terus pak penghulu juga mewanti-wanti agar istri bisa menurut sama suami. Soalnya katanya kalau suami gak ridho, Allah juga gak ridho sama kita. Eh buseeet.. Huks langsung ngelirik ke si mas deh. Udah gak boleh kurang ajar lagi sama si mas kalau dia sudah jadi suami aku. Huehehehe.. Berarti 2 minggu terakhir ini di puas-puasin deh gangguin dia..
Satu hal yang bikin aku sedikit menganga, pas dengar dari penghulu kalau tugas istri yang penting adalah seorang istri harus pintar mengelola uang. Huehehehehehe.. yah si pak penghulu kagak tau ya aku ini shopaholic berat.. Huehehehe kalau gak belanja gak afdol rasanya.. Tapi harus belajar yaaah.. belajaar.. belajar manajemen rumah tangga.. belajar menahan nafsu belanja.. Syapa tau setelah nikah nafsu belanjanya bisa dialokasikan ke nafsu yang lain.. *sambilmeliriksimasdenganmupeng
Huehehehehehehehe..
Kemudian pak penghulu juga bilang kalau pe-er kita berdua itu adalah Bagaimana menciptakan kondisi rumah tangga yang tenang, bahagia, adem dan tentram… Kuncinya adalah iman dan takwa kepada Allah SWT. Kita berdua diwanti-wanti untuk selalu mendirikan sholat di dalam rumah tangga, kalau bisa sholat berjamaah dijadikan suatu kebiasaaan. Tidak lupa mengisi rumah kita dengan alunan bacaan Al-Quran.. Kita juga diingatkan kalau menikah ini bukanlah suatu coba-coba belaka.. Kita harus siap dengan badai yang akan menerjang. Dan apapun itu yang terjadi kita harus bisa melewati badai tersebut dengan utuh..
Dan 2 hal utama yang ditekankan ke kita berdua dalam menjalani pernikahan nanti. Harus SABAR dan MENAHAN EMOSI. Huahahahahaha.. pas diomongin itu semua mata pada menuju ke gw.
Karena memang diantara mas dan aku, aku yang paling tidak sabaran dan lumayan emosian. Sedangkan si mas kebalikannya banget dari aku deh. Hehehe bagus dooong.. Jadi mas bisa membimbing aku biar lebih sabar dan bisa menahan emosi. Amiin deh..
Intinya sih kurang lebih begitu dari pak penghulu. Pak penghulu lalu mempersilahkan papa mama untuk menambahkan nasihat. Papa dan mama menambahkan kalau diantara kita komunikasi harus selalu terjaga. Jadi NO MORE SECRETS between us. Dan harus saling mengimbangi. Jadi ibarat mobil, kalau yang satu ada yang sedang nge gas, yang satu harus pegang rem nya. Begitu juga sebaliknya. Kalau dua-duanya nge gas bisa celaka, atau kalau dua-duanya nge rem bisa gak kemana-mana juga rumah tangganya. Harus selalu mengimbangi deeh..
Hehehe pokoknya tadi cukup enak lah, penatarannya sersan. Serius tapi santai. Setelah selesai, pak penghulu minta konfirmasi nama lengkap kita, nama lengkap para saksi dan jumlah mas kawin. Si papa juga bicara mengenai hal-hal teknis pada saat acara. Naah mas ngobrol-ngobrol itu ada isu mengenai pembacaan janji taklik pernikahan. Si papa konfirmasi saja mengenai keharusan pembacaan janji taklik pernikahan setelah akad nikah. Soalnya waktu keponakannya si papa menikah di Jawa Timur itu tidak dibacakan, setau papa dulu itu wajib dibacakan.
Pak penghulu konfirmasi kalau menurut UU yang baru (baru setahun berlaku) kalau janji taklik pernikahan tidak wajib dibacakan soalnya sudah tercantum di buku nikah dan sudah di tanda tangani oleh pengantin pria. Tapi kata pak penghulu kalau mau dibacakan juga tidak apa-apa. Si papa kepingin si mas membaca janji taklik setelah akad nikah. Soalnya katanya dibaca di dalam hati dengan dibaca di depan banyak orang itu beda. Si mas juga tidak keberatan, katanya juga biar afdol..
Yo wis kalau begitu..
Pernikahan Adat Yogyakarta
Nontoni
Nontoni adalah upacara untuk melihat calon
pasangan yang akan dikawininya.
Dimasa lalu orang yang akan nikah belum
tentu kenal terhadap orang yang akan
dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah
melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga
mereka sudah tahu dan mengenal atau
pernah melihatnya.
Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti
maka diadakan tata cara nontoni.
Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak
pria.
Setelah orang tua si perjaka yang akan
diperjodohkan telah mengirimkan
penyelidikannya tentang keadaan si gadis
yang akan diambil menantu.
Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping
banyu atau penyelidikan secara rahasia.
Setelah hasil nontoni ini memuaskan,
dan siperjaka sanggup menerima pilihan
orang tuanya, maka diadakan musyawarah
diantara orang tua / pinisepuh
si perjaka untuk menentukan tata cara
lamaran.
Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada
zaman dulu diantara pria dan wanita yang
akan menikah terkadang masih belum
saling mengenal, jadi hal ini orang
tualah yang mencarikan jodoh dengan
cara menanyakan kepada seseorang apakah
puterinya sudah atau belum mempunyai
calon suami.
Dari sini bisa dirembug hari baik untuk
menerima
lamaran atas persetujuan bersama.
Upacara lamaran:
Pada hari yang telah ditetapkan,
datanglah utusan dari calon besan
yaitu orang tua calon pengantin pria
dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman
dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan
dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria.
Makanan tersebut biasanya terbuat dari
beras ketan antara lain : Jadah, wajik,
rengginan dan sebagainya.Menurut naluri
makanan tersebut mengandung makna
sebagaimana sifat dari bahan baku ketan
yang banyak glutennya sehingga lengket dan
diharapkan kelak kedua pengantin dan
antar besan tetap lengket(pliket,Jawa).
Setelah lamaran diterima kemudian kedua
belah pihak merundingkan hari baik
untuk melaksanakan upacara peningsetan.
Banyak keluarga Jawa masih
melestarikan sistem pemilihan hari pasaran
pancawara dalam menentukan hari baik
untuk upacara peningsetan dan hari ijab
pernikahan.
Peningsetan
Kata peningsetan adalah dari kata dasar
singset (Jawa) yang berarti ikat,
peningsetan jadi berarti pengikat.
Peningsetan adalah suatu upacara
penyerahan sesuatu sebagai pengikat
dari orang tua pihak
pengantin pria kepada pihak calon
pengantin putri.
Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.
Upacara Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning
( daun kelapa yang masih muda ) yang
dipasang tepi tratag
yang terbuat dari bleketepe ( anyaman
daun kelapa yang hijau ).
Pemasangan tarub biasanya dipasang
saat bersamaan dengan memandikan calon
pengantin( siraman, Jawa ) yaitu satu
hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
Untuk perlengkapan tarub selain janur
kuning masih ada lagi antara lain yang
disebut dengan tuwuhan.
Adapun macamnya :
- Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
- Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
- Dua untai padi yang sudah tua.
- Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
- Daun beringin secukupnya.
- Daun dadap srep.
Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di
kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan
pintu gerbang satu unit ( bila selesai
pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada
anak-anak )
Selain pemasangan tarub diatas masih
dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb.
(Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan
serta do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan
melalui:
- Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
- Jajan pasar
- Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
- Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
- Roti tawar.
- Jadah bakar.
- Tempe keripik.
- Ketan, kolak, apem.
- Tumpeng gundul
- Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
- Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
- Golong lulut.
- Nasi gebuli
- Nasi punar
- Ayam 1 ekor
- Pisang pulut 1 lirang
- Pisang raja 1 lirang
- Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
- Daun sirih, kapur dan gambir
- Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
- Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
- Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
- Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1
- butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
- Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul,
- kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
- Ayam jantan hidup
- Tikar
- Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
- Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
- Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
- Sayur pada mara
- Kolak kencana
- Nasi gebuli
- Pisang emas 1 lirang
Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di: Area sumur
- Area sumur
- Area memasak nasi
- Tempat membuat minum
- Tarub
- Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
- Tempat penyiapan makanan yang akan dihidangkan.
- Jembatan
- Perempatan.
Nyantri
Upacara nyantri adalah menitipkan calon
pengantin pria kepada keluarga
pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum
pernikahan. Calon pengantin pria ini
akan ditempat kan dirumah saudara atau
tetangga dekat.
Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk
melancarkan jalannya upacara pernikahan,
sehingga saat-saat upacara pernikahan
dilangsungkan maka calon pengantin pria
sudah siap ditempat sehingga tidak
merepotkan pihak keluarga
pengantin putri.
Upacara Siraman
Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni.
| Upacara siraman dilaksanakan satu hari sebelum upacara ijab. Pelaksanaannya biasanya pagi hari sekitar pukul 10.00. Namun, upacara ini sekarang kerap dilakukan sore hari sekitar pukul 16.00. Ini karena alasan praktis, agar setelah siraman dapat langsung dilanjutkan dengan upacara midodareni. Upacara siraman sampai saat ini tetap dianggap penting dan dilakukan secara sungguh-sungguh. Karena upacara ini merupakan persiapan lahir dan batin bagi kedua calon pengantin sebelum menjalani upacara puncak perkawinan mereka. Pembersihan badan calon pengantin mengandung makna pembersihan batin mereka pula. Di dalam adat masyarakat Jawa – juga di dalam aneka macam agama yang dianutnya – upacara perkawinan dipandang bukan hanya sebagai peristiwa yang bersifat administratif dan sosial, melainkan sakral atau suci dan religius. Maka kebersihan lahir dan batin pelakunya dinilai sangat penting. Menurut mitos, upacara ini merupakan langkah persiapan dalam menyambut Sang Bidadari yang akan turun untuk menyaksikan putrinya yang akan melangsungkan pernikahan. | |||
| 1. Perlengkapan Upacara Siraman Perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk upacara ini meliputi: | |||
| a. | Air bersih atau air dari sumber | ||
| Air bersih yang digunakan untuk nyirami atau memandikan calon pengantin. Pembesihan badan ini melambangkan pembersihan rohani agar calon pengantin menjadi bersih lahir dan batin. | |||
| b. | Bunga Sritaman. | ||
| Bunga Sritaman adalah bunga bunga taman yang indah, seperti kenanga, kanthil, melati, dan mawar.Bunga ini ditaburkan dalam air, sehingga air menjadi harum. Calon pengantin yang disirami air ini tubuhnya menjadi harum. Secara simbolis namanya pun menjadi semerbak. | |||
Upacara Siraman
Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni.
| Upacara siraman dilaksanakan satu hari sebelum upacara ijab. Pelaksanaannya biasanya pagi hari sekitar pukul 10.00. Namun, upacara ini sekarang kerap dilakukan sore hari sekitar pukul 16.00. Ini karena alasan praktis, agar setelah siraman dapat langsung dilanjutkan dengan upacara midodareni. Upacara siraman sampai saat ini tetap dianggap penting dan dilakukan secara sungguh-sungguh. Karena upacara ini merupakan persiapan lahir dan batin bagi kedua calon pengantin sebelum menjalani upacara puncak perkawinan mereka. Pembersihan badan calon pengantin mengandung makna pembersihan batin mereka pula. Di dalam adat masyarakat Jawa – juga di dalam aneka macam agama yang dianutnya – upacara perkawinan dipandang bukan hanya sebagai peristiwa yang bersifat administratif dan sosial, melainkan sakral atau suci dan religius. Maka kebersihan lahir dan batin pelakunya dinilai sangat penting. Menurut mitos, upacara ini merupakan langkah persiapan dalam menyambut Sang Bidadari yang akan turun untuk menyaksikan putrinya yang akan melangsungkan pernikahan. | |||
| 1. Perlengkapan Upacara Siraman Perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk upacara ini meliputi: | |||
| a. | Air bersih atau air dari sumber | ||
| Air bersih yang digunakan untuk nyirami atau memandikan calon pengantin. Pembesihan badan ini melambangkan pembersihan rohani agar calon pengantin menjadi bersih lahir dan batin. | |||
| b. | Bunga Sritaman. | ||
| Bunga Sritaman adalah bunga bunga taman yang indah, seperti kenanga, kanthil, melati, dan mawar.Bunga ini ditaburkan dalam air, sehingga air menjadi harum. Calon pengantin yang disirami air ini tubuhnya menjadi harum. Secara simbolis namanya pun menjadi semerbak. | |||
Panggih
Setelah acara ijab kabul selesai, segeradilanjutkan dengan upacara yang disebut panggih, yaitu bertemunya pengantin yang didahului acara saling melempar sirih. Menurut adat istiadat Yogyakarta , dalam upacara pernikahan baik pengantin wanita maupun pengantin pria mengenakan kain batik yang bermotif sama atau kembar baik warna maupun polanya. Biasanya kain batik yang digunakan adalah kain sidomukti, akan tetapi sebenarnya masih cukup banyak kain batik lainnya yang dirancang khusus untuk keperluan para calon pengantin. Selain memilih motif yang indah, pada umumnya kain batik yang dipergunakan oleh pasangan pengantin adalah kain batik yang berkualitas paling baik. Kain-kain batik yang dipergunakan oleh para pengantin ini biasanya mengandung banyak arti yang masing-masing kain berbeda antara yang satu dan lainnya. Selain kedua pasangan pengantin, pada kesempatan itu pula para orang tua dari kedua belah pihak biasanya juga mempergunakan kain batik yang serupa. Adapun beberapa kain batik yang sering dipergunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa Gaya Yogyakarta adalah kain-kain batik sebagai berikut:
a. Kain batik yang sering dipergunakan oleh para orang tua kedua mempelai:
1. Kain Batik Truntum, kain batik ini di dalamnya terdapat beberapa motif, yaitu motif gurda dan motif truntum itu sendiri. Motif truntum sebenarnya termasuk jenis semen, karena arti truntum itu berarti juga bersemi atau tumbuh. Selain itu ada hubungannya dengan kata tumruntum, yang berarti berturut-turut dan merata. Motif truntum ini bentuknya terdiri dari segi tiga runcing berjumlah delapan, dan terdapat bulatan di tengahnya sehingga menyerupai bunga-bunga kecil. Adapun maksud yang terkandung dari kain batik ini secara keseluruhan adalah, agar adik-adik si calon pengantin nantinya dapat mengikuti jejak kakaknya berumah tangga, dan dapat dilakukan dengan selamat sebagaimana kakaknya terdahulu. Di samping itu, dengan menggunakan kain batik ini bermakna agar kedua pengantin bisa terus rukun, segera mempunyai keturunan serta mendapat banyak rejeki, dan selamat dalam berumah tangga.
2. Kain Batik Cakar Ayam, cakar ayam melambangkan agar setelah berumah tangga
sampai keturunannya nanti dapat mencari nafkah sendiri atau hidup mandiri.
3. Kain Batik Grompol, grompol atau grombol, dalam Bahasa Jawa berarti berkumpul atau bersatu. Kain batik dengan motif ini biasa dikenakan pada saat upacara pernikahan oleh orang tua mempelai, baik calon mempelai pria atau calon mempelai wanita. Motif ini melambangkan harapan pemakai bahwa akan berkumpul semua sanak saudara dan tamu-tamu sehingga pesta pernikahan dapat berjalan meriah. Juga berkumpulnya semua hal yang baik yaitu rejeki, kebahagiaan, kerukunan hidup, ketenteraman untuk kedua keluarga tersebut. Namun juga dengan harapan bahwa pasangan keluarga baru itu nanti sejauh kemanapun perginya, tetap akan dapat mengumpul atau mengingat kepada induknya atau keluarga besarnya.
4. Kain Batik Truntum, truntum berasal dari kata tum-tum artinya tumbuh kembali, namun ada yang mengatakan truntum berasal dari tumaruntum yang berarti menuntun, atau juga sering dikaitkan dengan tentrem (bahasa Jawa) yang berarti tenteram. Motif ini diciptakan oleh istri Raja yang sedang dilupakan karena Raja mempunyai kekasih baru. Untuk melupakan kepedihan hati, sang Ratu mulai membatik dengan motif bintang kecil dilangit yang selama ini menemaninya dalam kesepian dengan disertai doa agar sang Raja kembali kepadanya. Ketelatenan Ratu dalam membatik dapat menarik perhatian Raja kepada sang Ratu kembali, sehingga cinta kasih yang hilang dapat tumbuh kembali. Kain ini juga biasa digunakan orang tua pengantin pada saat pesta pernikahan yang melambangkan harapan agar orang tua mampu menuntun atau memberi contoh kepada putra-putrinya dalam memasuki kehidupan berumah tangga dan mencapai ketenteraman hidup.
b. Kain batik yang sering dipergunakan oleh para pengantin:
1. Kain Batik Sidomukti. Di dalam kain batik sidomukti ini juga terdiri dari beberapa motif, diantaranya yang terpenting dan yang utama adalah motif ukel (bentuknya seperti huruf koma), semakin kecil ukelnya maka semakin tinggi mutu seninya. Selain itu, kain ini dihias dengan kotak-kotak yang bergambar kupu-kupu dan semacam kereta pengantin yang ditandu dengan bahu. Makna yang terkandung dari kain batik sidomukti adalah agar kedua pasangan pengantin tersebut bisa mukti, yaitu kebahagiaan yang sempurna yakni kebahagiaan lahir batin.
2. Kain Batik Wahyu Tumurun, kain batik ini sering pula dipilih sebagai busana pada upacara pernikahan adat Jawa Gaya Yogyakarta. Wahyu temurun merupakan kain batik yang di dalamnya terdiri dari motif utamanya adalah termasuk motif semen. Dari arti katanya, wahyu memiliki pengertian sebagai kebahagiaan anugrah Tuhan (Jawa: pulung nugrahaning Allah), yaitu anugrah yang dapat berupa pangkat, derajat, kedudukan, keuntungan, dan lain-lain kemuliaan yang menjadi bagian dari sumber kebahagiaan umat manusia. Demikianlah wahyu temurun sebagai kain batik yang dipergunakan dalam pernikahan, memberikan makna dan harapan agar si pemakai mendapatkan anugerah kebahagiaan dari Sang Maha Pencipta di kelak kemudian hari.
3. Kain Batik Sido Asih, Sido berarti jadi, asih berarti sayang, ragam hias ini mempunyai makna agar hidup berumah tangga selalu penuh kasih sayang.
4. Kain Sindur, kain sindur juga diperuntukkan pula bagi kedua pengantin saat upacara panggih, dengan cara dikalungkan kepada keduanya secara bersama-sama, yang mengandung maksud bahwa pertemuan ini dianggap sebagai lambang dari permulaan akan adanya kelahiran atau suatu kehidupan baru di dunia. Dengan berakhirnya acara panggih, maka rangkaian upacara pokok pernikahan adat inipun dianggap selesai.
Sebagaimana kita ketahui upacara pernikahan merupakan salah satu perwujudan dari upacara ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang untuk memohon perlindungan kepada kekuatan-kekuatan yang berada di luar diri manusia, maka batik tradisional sebagai salah satu alat perlengkapan pada upacara pernikahan tersebut menunjukkan bahwa di dalamnya sebenarnya mengandung arti yang sangat penting bagi para pemakainya. Pada dasarnya, batik-batik tradisional itu dimaksudkan untuk menggambarkan adanya daya-daya kekuatan yang menguasai alam semesta, yang tercermin dalam motif-motif batik tradisional tersebut. Kecuali itu, motif-motif batik ini sebenarnya juga dimaksudkan untuk memberikan jaminan maupun harapan-harapan bagi kehidupan manusia, misalnya ia berharap agar mendapat banyak rejeki, panjang usia, dikaruniai keturunan dan lain-lain yang sifatnya membahagiakan serta berharap pula agar terhindar dari malapetaka dan kemalangan-kemalangan yang di derita selama hidup di dunia. Dengan kata lain bahwa, sebenarnya batik-batik tradisional merupakan lambing sebagai alat penghubung antara manusia dengan alam supernaturalnya.
Namun demikian, arti mengenai peranan batik tradisional dalam pernikahan adat Yogyakarta, tentunya tidak terlepas dari pemahaman ataupun penghayatan seseorang terhadap batik-batik itu sendiri, maupun terhadap makna upacara pernikahan tersebut pada umumnya. Sedangkan pemahaman ataupun penghayatan dari seseorang terhadap sesuatu hal, biasanya sangat dipengaruhi oleh persepsi dari orang yang bersangkutan mengenai hal-hal yang dilihatnya tadi.
Seperti dapat kita ketahui, akibat dari arus informasi yang demikian pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat komunikasi dan teknologi-teknologi modern lainnya, mengakibatkan di dalam suatu masyarakat otomatis terjadi pula perubahan yang sangat cepat. Hal ini sangat mempengaruhi sistem sosial, termasuk sikap dan pola tingkah laku di dalam kehidupan masyarakat.
Pengaruh pola berpikir barat yang lebih mengutamakan rasionalisasi pada setiap aspek kehidupan, dimana lembaga-lembaga pendidikan merupakan pusat-pusat terbentuknya pola pikir rasional, mau tidak mau hal demikian ikut menunjang dan bahkan mempercepat pembentukan pola berpikir dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal sesuai dengan pola berpikir yang sedang dikembangkan. Hal-hal seperti inilah kiranya yang sedang terjadi didalam kehidupan masyarakat kita, dan khususnya dalam masyarakat Yogyakarta.
Pergeseran pola berpikir yang sedang berkembang saat ini, membawa akibat pada pembentukan persepsi seseorang akan sesuatu hal, terlebih lagi terhadap pemikiran-pemikiran yang bersifat magis religius. Demikian halnya dengan persepsi masyarakat, khususnya Yogyakarta terhadap batik tradisional yang sebetulnya memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Akan tetapi sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang begitu cepat, diantaranya adalah persepsi masyarakat, maka nampak bahwa pada saat-saat sekarang ini, peranan batik tradisional sebagai unsur perlengkapan upacara pernikahan, penghayatan makna keagungannya semakin hari semakin berkurang. Hal ini dapat diketahui dari penjelasan beberapa informan yang mengatakan bahwa orang tidak lagi mengetahui makna apa sebenarnya yang terkandung di dalam kain-kain batik yang mereka kenakan. Kemudian dikatakan lebih lanjut, bahwa mereka hanya mengikuti saja apa yang diperintahkan oleh orang tuanya. Disamping itu kedua orang tua dari pengantin-pengantin generasi mudapun, sebenarnya juga sudah amat sedikit pengetahuannya mengenai seluk beluk batik tradisional yang berhubungan dengan nilai-nilai magis tadi, sehingga ia hanya mengemukakan secara garis besarnya saja, dan lebih mendasarkan kepada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh nenek-nenek moyang mereka secara turun temurun dalam lingkungan keluarga mereka.
Sejalan dengan bergesernya waktu, maka orang-orang yang masih menganut pola berpikir berdasarkan pemikiran tradisional semakin hari semakin lanjut usia, sehingga jika mereka meninggal dunia, pemikiran-pemikiran mereka lambat laun akan terkikis akibat generasi berikutnya kurang mempunyai perhatian terhadap pola-pola pemikiran tersebut. Sistem pewarisan yang kurang berjalan lancar, ditambah lagi dengan perkembangan jaman yang mengakibatkan makna batik tradisional yang mengandung nilai-nilai spiritual yang luhurpun semakin tertinggal di belakang, dan bahkan lambat laun ditinggalkan. Pemakaian batik tradisional dalam upacara pernikahan hanyalah sebagai kebiasaan semata. Lebih daripada itu, kecenderungan saat ini menunjukkan bahwa, perlengkapan tersebut dikenakan hanya untuk memperlihatkan kalau mereka mampu melaksanakan suatu upacara pernikahan secara utuh dan besar-besaran, sehingga dalam hal ini hanya untuk menampakkan status dan kedudukan mereka di mata masyarakat luas.
Penyebab memudarnya nilai-nilai magis yang terkandung di dalam batik tradisional, selain disebabkan oleh hal-hal diatas, adalah juga akibat dari produksi batik yang tidak lagi dikerjakan sebagaimana mula-mula batik-batik tersebut dibuat. Pada walnya, pembuatan batik tradisional dilakukan dengan penuh penghayatan oleh seseorang dengan cara melukiskan pada kain, yaitu yang kita kenal sebagai batik tulis. Namun, dengan ditemukannya alat-alat produksi modern, maka pembuatan kain-kain batikpun dilakukan secara besar-besaran sama halnya dengan produksi-produksi tekstil lainnya. Hal tersebut mengakibatkan harganya relatif murah, tahan lama, dan lebih halus. Akibatnya, dengan sendirinya orang lebih suka memilih harga yang murah dengan motif yang sama, walaupun cara pembuatannya tidak lagi dilakukan dengan penuh penghayatan sesuai dengan makna yang tersirat di dalam batik-batik tersebut. Akibat lain dari murah dan banyaknya kain batik yang beredar di masyarakat, memyebabkan kain-kain batik yang memiliki nilai magis religius tadi pemakaiannya cenderung digunakan tidak pada tempatnya. Misalnya; banyak kain-kain batik yang bermotif tradisional dipergunakan sebagai taplak meja, sprei, pakaian dan sebagainya yang sifatnya untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian jelaslah bahwa, faktor-faktor ini turut mempercepat lunturnya nilai-nilai magis pada motif batik tradisional yang merupakan peninggalan nenek moyang mereka yang teramat agung nilai spiritualnya, yang sebenarnya hanya dimaksudkan untuk keperluan upacara-upacara tertentu saja. Demikian pula yang terjadi pada pernikahan adat Yogyakarta, penggunaan batik tradisional ini cenderung hanya dilaksanakan atau dilakukan secara praktis tanpa penghayatan batiniah lagi, sehingga kurang lagi memliki arti yang sifatnya sakral.
KESIMPULAN
Dari uraian-uraian yang telah dikemukakan, dapat kita ketahui bahwa di balik batik-batik yang bermotif tradisional terdapat cerita-cerita suci mengenai alam semesta (mitologi) sesuai dengan kepercayaan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Yogyakarta. Di dalam uraian tersebut antara lain disebutkan bahwa, orang Jawa percaya akan adanya kekuatan-kekuatan baik maupun jahat yang mendiami dunia gaib yang sangat mempengaruhi kehidupan mereka selama di dunia. Oleh karena itu, pandangan hidup orang Yogyakarta menekankan pada keselarasan dan keseimbangan dengan alam semesta. Perwujudan dari pandangan hidup mereka ini, tercermin dalam bentuk-bentuk upacara tradisional.
Upacara pernikahan yang merupakan salah satu bentuk dari upacara tradisional merupakan upacara saat peralihan hidup dari masa remaja ke tahap hidup berumah tangga, merupakan saat-saat yang penting bagi kehidupan seseorang. Menurut orang Yogyakarta, peralihan hidup dari satu tingkat ke tingkat yang lain ini dianggap sebagai saat-saat yang gawat dan penuh bahaya. Ada sesuatu diluar kemampuan manusia yang dapat menyebabkan bencana pada saat peralihan itu. Untuk mencegah terjadinya bencana tersebut, maka perlu diadakan upacara tradisional, dimana upacara itu mengandung unsur-unsur yang bermaksud menolak bahaya gaib yang mengancam individu maupun lingkungannya.
Bagi masyarakat Yogyakarta, batik tradisional dianggap sebagai benda yang dapat mengungkapkan atau memberi pengetahuan atau pengertian tentang adanya daya-daya kekuatan yang menguasai alam semesta. Lebih daripada itu, apa yang tercermin baik pada motif, warna maupun nama-namanya nampak memberikan harapan-harapan ataupun jaminan bagi manusia berupa suatu kehidupan yang lebih baik selama di dunia. Oleh karena itu dalam rangka upacara pernikahan adat Yogyakarta, batik tradisional sebenarnya memiliki arti yang sangat penting. Hal ini karena batik-batik tersebut dianggap sebagai suatu perlengkapan khusus, yang dimaksudkan sebagai lambang yang dapat menghubungkan antara manusia dengan alam supranaturalnya, sehingga di saat upacara peralihan tersebut maupun pada hari-hari selanjutnya diharapkan dapat selamat terbebas dari kemalangan serta bahagia.
Namun demikian, arti dari pemakaian kain-kain batik tradisional sebagai alat perlengkapan upacara pernikahan adat Yogyakarta, bagaimanapun juga sangat tergantung dari persepsi masing-masing pemakainya mengenai pandangan mereka terhadap batik-batik itu sendiri.
Kenyataan bahwa berubahnya persepsi masyarakat Yogyakarta yang disebabkan oleh pola-pola berpikir yang lebih rasionil, di samping pembuatan batik secara besar-besaran dengan alat-alat teknologi modern, serta pengenaan atau penggunaan kain-kain batik yang bermotif tradisional tidak pada tempatnya, menyebabkan lunturnya makna magis yang terkandung di dalam batik-batik tradisional itu. Hal-hal demikian ini, ternyata sangat berpengaruh terhadap pemakaian batik tradisional dalam upacara pernikahan adat Yogyakarta, sehingga pelaksanaannya dewasa ini lebih merupakan tradisi yang hanya semata-mata untuk dilaksanakan, tanpa penghayatan batiniah dan tidak lagi memiliki arti yang bersifat sakral.
Langganan:
Postingan (Atom)
